Tag Archives: uu disabilitas 2019

Masalah Pengajaran Bagi Penyandang Disabilitas

Pentingnya pengajaran untuk seluruh si kecil, terpenting bagi mereka penyandang disabilitas dan dengan kesempatan sosial dan ekonomi yang terbatas, tak bisa ditentang. Memang, cara pengajaran khusus memungkinkan si kecil – si kecil dengan disabilitas meningkatkan ke publik. Terlepas dari itu, metode khusus sudah memberi mereka kerangka kerja yang tepat sasaran untuk pengajaran mereka, dan bagi institusi yang terlibat untuk mengidentifikasi si kecil – si kecil penyandang cacat lebih kencang. Hal ini menyokong inklusi yang lebih besar kepada buah hati – buah hati penyandang disabilitas bersama sahabat -. Melainkan terlepas dari kemajuan ini, masih ada banyak kendala, termasuk keterlambatan dalam menyediakan layanan untuk si kecil – si kecil penyandang cacat, serta hambatan undang-undang dan keuangan yang mempersulit plan untuk seluruh yang terlibat. Kurangnya opsi sekolah yang tersedia juga menjadi hambatan bagi penyediaan untuk penyandang disabilitas. Tak ada cukup layanan yang tersedia bagi siswa dengan disabilitas seperti di sekolah, lahiriah mengendalikan alternatif si kecil – si kecil ini, serta alternatif sekolah yang menyediakan kurikulum yang suitable bagi si kecil – si kecil dengan disabilitas.

Kurangnya information untuk keluarga atau calon siswa seputar pengajaran yang bisa dicapai bagi penyandang disabilitas juga menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi dalam hal bagi buah hati – buah hati dengan disabilitas. Mereka sering kali menyadari bagaimana mengakses layanan yang pantas dengan buah hati mereka, khususnya dalam si kecil dini. Siswa yang lebih besar merasa untuk menerima berita yang cukup seputar kejuruan, pelatihan pra-kerja dan layanan dukungan, atau pengajaran orang dewasa dan masyarakat.

Dalam banyak kasus, perpindahan dari satu sektor pengajaran ke sektor selanjutnya menampakkan kesenjangan yang signifikan dalam tingkat layanan. Memindahkan buah hati kecil dengan disabilitas dari layanan buah hati dini ke sekolah dasar seringkali yaitu transisi di mana program dan dukungan direplikasi dalam pengendalian baru. Hal yang sama berlaku di segala tingkat transisi, sama dari sekolah dasar ke sekolah menengah, dan dari sana ke bermacam opsi pasca sekolah. Ada kekurangan kesetaraan dalam suatu dari satu sekolah ke sekolah lain, dan dari sektor swasta ke sektor sekolah biasa, sehingga keluarga yang puas dengan layanan atau yang pindah lokasi menemukan siswa tak bisa bergerak dengan gampang di segala lingkungan.

Ketidakcukupan penyediaan dana yaitu problem terbesar dalam menyediakan jalan masuk yang sepadan untuk bagi siswa dengan disabilitas. Ada sebagian sumber pendanaan, ada yang cukup untuk dan menyediakan beragam layanan yang diperlukan seperti perlengkapan, penterjemah dan lainnya. Seperti warga Negara lainnya, penyandang disabilitas hak untuk mendaptkan pengajaran yang sepadan.

Oleh , situasi sulit bagi mereka tak yaitu dilema pemerintah, melainkan juga semua pihak yang terlibat. Dengan kian besar kampanye mensupport inklusivitas peluang pengajaran yang seimbang juga akan terbuka lebar sehingga penyandang disabilitas memilki kans yang lebih besar.